TANAH TANDUS BERBUAH SURGA 

 

BONDOWOSO (21/7) – Dusun Murina merupakan salah satu dusun di Desa Cangkring yang terkenal sebagai penghasil buah naga. Kebun buah naga yang dimiliki oleh bu Ifah ini memiliki 380 buah produktif dan 500 buah yang masih dalam tahap pengembangan. “Buah naga sangat cocok ditanam di Murina ini, karena buah naga cuma butuh air dikit dan bisa hidup di tanah tandus kayak di Murina ini”, tutur bu Ifah. Produksi buah naga di dusun Murina ini hanya memanfaatkan sinar matahari saja, jadi perkembangan buah naga tersebut tidak bisa dipercepat jika tidak ada sinar matahari. Umumnya, produsen buah naga di daerah lain menggunakan lampu pada malam hari di setiap pohon buah naga untuk mempercepat pertumbuhan buahnya. “Kita fokus ke pengembangan 500 pohon buah naga yang baru terlebih dahulu, baru insyaAllah akan menaruh lampu di setiap 2 pohon”, tutur suami bu Ifah.

Terlepas dari pengembangan buah naga yang masih menggunakan energi alami, hal ini tentunya bukan menjadi masalah pelik bagi produsen. Nyatanya, meskipun produksi buah naga ini sedikit lambat, tetapi konsumen buah naga dusun Murina sudah merambah beberapa daerah di kabupaten Bondowoso. Sayangnya, penjualan buah naga ini hanya dalam bentuk fresh fruit saja. “Rencananya kami akan membuat produk inovasi terkait buah naga ini, agar tidak dijual dalam bentuk fresh fruit saja dan bisa meningkatkan harga jual”, tutur Erny Diana Futri, koordinator mahasiswa KKN desa Cangkring.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *